Kimia Kelas 10
Cheatsheet Content
### Tata Nama Senyawa #### 1. Senyawa Ionik (Logam + Nonlogam) - **Logam Golongan I, II, Ag, Zn, Al:** - Nama logam + nama nonlogam (diakhiri -ida) - Contoh: NaCl (Natrium Klorida), MgCl$_2$ (Magnesium Klorida) - **Logam Transisi (memiliki lebih dari 1 biloks):** - Nama logam (biloks dalam Romawi) + nama nonlogam (diakhiri -ida) - Contoh: FeCl$_2$ (Besi(II) Klorida), FeCl$_3$ (Besi(III) Klorida) #### 2. Senyawa Kovalen Biner (Nonlogam + Nonlogam) - Awalan Yunani (jumlah atom) + nama nonlogam 1 + Awalan Yunani + nama nonlogam 2 (diakhiri -ida) - Awalan: Mono (1), Di (2), Tri (3), Tetra (4), Penta (5), Heksa (6), Hepta (7), Okta (8), Nona (9), Deka (10) - Awalan 'mono' untuk atom pertama biasanya dihilangkan. - Contoh: CO (Karbon Monoksida), CO$_2$ (Karbon Dioksida), N$_2$O$_3$ (Dinitrogen Trioksida) #### 3. Asam dan Basa - **Asam:** Hidrogen + Sisa asam (nonlogam) - Asam Biner (H + nonlogam): Asam + nama nonlogam (diakhiri -ida) - Contoh: HCl (Asam Klorida), H$_2$S (Asam Sulfida) - Asam Oksi (H + poliatomik): Asam + nama sisa asam (diakhiri -at atau -it) - Contoh: H$_2$SO$_4$ (Asam Sulfat), HNO$_3$ (Asam Nitrat) - **Basa:** Logam + Hidroksida (OH) - Contoh: NaOH (Natrium Hidroksida), Ca(OH)$_2$ (Kalsium Hidroksida) ### Fase Zat #### 1. Padat (s) - Partikel tersusun rapat dan teratur. - Ikatan antarpartikel sangat kuat. - Bentuk dan volume tetap. - Contoh: Es (H$_2$O(s)), Besi (Fe(s)) #### 2. Cair (l) - Partikel tersusun rapat tapi tidak teratur. - Ikatan antarpartikel cukup kuat. - Volume tetap, bentuk mengikuti wadah. - Contoh: Air (H$_2$O(l)), Alkohol (C$_2$H$_5$OH(l)) #### 3. Gas (g) - Partikel tersusun sangat berjauhan dan bergerak bebas. - Ikatan antarpartikel sangat lemah/tidak ada. - Bentuk dan volume tidak tetap (mengisi seluruh wadah). - Contoh: Uap air (H$_2$O(g)), Oksigen (O$_2$(g)) #### 4. Larutan (aq) - Zat terlarut (solut) dan pelarut (solven) bercampur homogen. - Seringkali pelarutnya adalah air. - Contoh: Larutan Garam (NaCl(aq)), Gula (C$_{12}$H$_{22}$O$_{11}$(aq)) ### Penyetaraan Reaksi Kimia #### Prinsip - Jumlah atom setiap unsur di ruas kiri (reaktan) harus sama dengan jumlah atom setiap unsur di ruas kanan (produk). - Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier). #### Langkah-langkah 1. **Tuliskan rumus kimia** yang benar untuk semua reaktan dan produk. 2. **Berikan koefisien sementara** (a, b, c, ...) di depan setiap rumus kimia. Contoh: $a$C$_x$H$_y$ + $b$O$_2$ $\rightarrow$ $c$CO$_2$ + $d$H$_2$O 3. **Susun persamaan matematika** untuk jumlah atom setiap unsur. - C: $a \cdot x = c \cdot 1$ - H: $a \cdot y = d \cdot 2$ - O: $b \cdot 2 = c \cdot 2 + d \cdot 1$ 4. **Pilih salah satu koefisien** (biasanya yang paling kompleks) dan berikan nilai 1 (misal, $a=1$). 5. **Selesaikan persamaan** untuk menemukan koefisien lainnya. 6. **Pastikan semua koefisien adalah bilangan bulat terkecil.** Jika ada pecahan, kalikan semua koefisien dengan penyebut yang sama. #### Contoh Setarakan reaksi: N$_2$(g) + H$_2$(g) $\rightarrow$ NH$_3$(g) 1. N$_2$(g) + H$_2$(g) $\rightarrow$ NH$_3$(g) 2. $a$N$_2$ + $b$H$_2$ $\rightarrow$ $c$NH$_3$ 3. Persamaan atom: - N: $2a = c$ - H: $2b = 3c$ 4. Misal $a = 1$: - $2(1) = c \Rightarrow c = 2$ - $2b = 3(2) \Rightarrow 2b = 6 \Rightarrow b = 3$ 5. Koefisien: $a=1, b=3, c=2$. 6. Reaksi setara: N$_2$(g) + 3H$_2$(g) $\rightarrow$ 2NH$_3$(g) ### Hukum Dasar Kimia #### 1. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) - "Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama." - Total massa reaktan = Total massa produk. #### 2. Hukum Perbandingan Tetap (Proust) - "Perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap, tidak peduli dari mana sumbernya." - Contoh: Dalam air (H$_2$O), perbandingan massa H : O selalu 1 : 8. #### 3. Hukum Kelipatan Berganda (Dalton) - "Jika dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, dan massa salah satu unsur dibuat tetap, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut adalah bilangan bulat sederhana." - Contoh: CO dan CO$_2$. Jika massa C dibuat tetap, perbandingan massa O dalam CO : CO$_2$ adalah 1 : 2. #### 4. Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac) - "Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana." - Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan volume untuk gas. - Contoh: N$_2$(g) + 3H$_2$(g) $\rightarrow$ 2NH$_3$(g) - 1 volume N$_2$ bereaksi dengan 3 volume H$_2$ menghasilkan 2 volume NH$_3$. #### 5. Hukum Avogadro - "Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama." - Berarti, pada T dan P yang sama, perbandingan volume gas = perbandingan mol gas = perbandingan koefisien reaksi. ### Konsep Mol #### 1. Definisi Mol - Satuan jumlah zat. - 1 mol = jumlah partikel (atom, molekul, ion) sebanyak bilangan Avogadro. - Bilangan Avogadro (N$_A$) $\approx 6.022 \times 10^{23}$ partikel/mol. #### 2. Menghitung Jumlah Partikel dari Mol - Jumlah Partikel = Mol $\times$ N$_A$ - Mol = Jumlah Partikel / N$_A$ - Contoh: Berapa jumlah molekul dalam 0.5 mol H$_2$O? - Jumlah molekul = 0.5 mol $\times$ $6.022 \times 10^{23}$ molekul/mol = $3.011 \times 10^{23}$ molekul H$_2$O. #### 3. Menghitung Mol dari Massa - **Massa Molar (Mr/Ar):** Massa 1 mol zat (g/mol). - Ar (Massa Atom Relatif) untuk atom. - Mr (Massa Molekul Relatif) untuk molekul. - Mol = Massa (gram) / Massa Molar (g/mol) - Massa (gram) = Mol $\times$ Massa Molar (g/mol) - Contoh: Berapa mol 18 gram air (H$_2$O)? (Ar H=1, O=16) - Mr H$_2$O = 2(1) + 1(16) = 18 g/mol - Mol = 18 gram / 18 g/mol = 1 mol H$_2$O. #### 4. Menghitung Mol dari Volume Gas - **Pada Keadaan Standar (STP):** - Suhu 0°C (273 K) dan Tekanan 1 atm. - 1 mol gas ideal = 22.4 Liter. - Mol = Volume (Liter) / 22.4 L/mol - Volume (Liter) = Mol $\times$ 22.4 L/mol - **Pada Keadaan Kamar (RTP):** - Suhu 25°C (298 K) dan Tekanan 1 atm. - 1 mol gas ideal $\approx$ 24.5 Liter. - Mol = Volume (Liter) / 24.5 L/mol - **Pada Suhu dan Tekanan Tertentu (Non-STP/RTP):** - Gunakan persamaan gas ideal: PV = nRT - P = Tekanan (atm) - V = Volume (Liter) - n = Mol - R = Konstanta gas ideal (0.082 L.atm/mol.K) - T = Suhu (Kelvin) - n = PV / RT - **Perbandingan Volume Gas (pada T dan P yang sama):** - V$_1$/n$_1$ = V$_2$/n$_2$ - Ini berarti perbandingan volume sama dengan perbandingan mol.