Bab 1: Pengenalan Sel Definisi Sel: Unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Teori Sel: Seluruh makhluk hidup tersusun atas sel. Sel adalah unit dasar struktur dan fungsi makhluk hidup. Seluruh sel berasal dari sel sebelumnya. Penemuan Sel & Mikroskop: Robert Hooke (1663): Mengamati sayatan gabus, menamai "sel". Antonie Van Leeuwenhoek (1674): Mengamati 'animalcula' (mikroorganisme) dengan mikroskop buatannya. Jenis Mikroskop: Mikroskop Cahaya: Menggunakan cahaya, diperbesar oleh lensa. Monokuler (satu lensa okuler) Binokuler (dua lensa okuler) Mikroskop Elektron: Menggunakan sinar/radiasi elektron, menghasilkan gambar lebih detail (perbesaran hingga 1 juta kali). Karakteristik Mikroskop: Perbesaran (pembesaran gambar) dan Resolusi (kejelasan gambar). Perbesaran Total: Perbesaran Lensa Okuler $\times$ Perbesaran Lensa Objektif. Bagian-bagian Mikroskop Cahaya: Lensa okuler, lensa objektif, makrometer, mikrometer, meja objek, lampu, kondensor, diafragma, lengan, tabung, revolver, kaki. Struktur Sel Umum: Inti Sel (Nukleus): Mengatur seluruh aktivitas sel. Sitoplasma: Cairan seperti agar-agar, tempat reaksi kimia sel. Membran Sel: Mengontrol keluar masuknya zat, pembatas sel dengan lingkungan. Perbedaan Sel Hewan & Tumbuhan: Dinding Sel: Hanya pada sel tumbuhan (kaku, melindungi). Kloroplas: Hanya pada sel tumbuhan (mengandung klorofil, fotosintesis). Vakuola: Lebih besar pada sel tumbuhan (menyimpan air, makanan, sisa metabolisme). Spesialisasi Sel: Sel-sel memiliki bentuk dan fungsi berbeda untuk efisiensi organisme multiseluler. Uniseluler: Organisme satu sel (contoh: bakteri, Protista). Multiseluler: Organisme banyak sel (contoh: manusia, hewan, tumbuhan). Spesialisasi Sel Tumbuhan: Sel Akar Rambut: Memperbesar area penyerapan air. Stomata (dengan Sel Penjaga): Mengatur pertukaran gas ($CO_2$, $O_2$). Spesialisasi Sel Hewan: Sel Darah Merah: Kehilangan nukleus untuk mengikat oksigen. Sel Saraf: Bentuk panjang untuk menyampaikan informasi. Sel Otot: Banyak nukleus dan mitokondria untuk energi gerak. Tingkat Organisasi Kehidupan: Sel $\rightarrow$ Jaringan $\rightarrow$ Organ $\rightarrow$ Sistem Organ $\rightarrow$ Organisme. Bab 2: Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup A. Makanan dan Sistem Pencernaan Nutrien: Zat dalam makanan untuk energi dan perbaikan sel. Karbohidrat: Sumber energi utama. Sederhana (gula): Sumber energi instan. Kompleks (pati, serat): Sumber energi tahan lama, serat membantu pencernaan (tidak dicerna tubuh). Protein: Membangun dan memperbaiki sel tubuh (terdiri dari asam amino). Lemak: Sumber energi (2x karbohidrat), melindungi organ, isolator panas, memelihara kulit/rambut, membentuk membran sel. Jenuh (daging, santan): Meningkatkan kolesterol. Tak jenuh (minyak zaitun, alpukat): Mengontrol kolesterol, insulin. Trans (gorengan): Meningkatkan kolesterol jahat. Vitamin: Memelihara fungsi sistem tubuh, membantu reaksi kimia. Larut lemak (A, D, E, K): Disimpan di jaringan lemak. Larut air (B, C): Tidak disimpan, perlu dikonsumsi harian. Mineral: Dibutuhkan dalam jumlah sedikit untuk proses kimia tubuh (contoh: besi, kalsium, magnesium). Air: Nutrisi terpenting (70% tubuh), mengatur suhu, membuang sisa metabolisme. Zat Aditif: Bahan tambahan pada makanan untuk rasa, warna, pengawet, aroma, pengental, pengemulsi. Pemanis (gula alami/buatan) Pewarna (alami/sintetis) Penyedap (MSG) Pengawet (asam benzoat, natrium benzoat) Pemberi aroma Pengental & Pengemulsi (agar-agar, lesitin) Diet Sehat: Mengonsumsi makanan sehat sesuai kebutuhan (usia, jenis kelamin, aktivitas). Metode "Piring Makan Saya": Sayuran & buah (1/2 piring), makanan pokok & lauk (1/2 piring), susu. Sistem Pencernaan: Memecah makanan menjadi nutrien. Pencernaan Mekanik: Pemecahan makanan secara fisik (gigi, lidah, otot lambung). Pencernaan Kimiawi: Pemecahan makanan dengan enzim (mulut, lambung, usus halus). Organ Pencernaan: Mulut: Pencernaan mekanik (gigi, lidah) & kimiawi (enzim amilase). Esofagus (Kerongkongan): Saluran berotot, mendorong makanan ke lambung (gerak peristalsis). Lambung: Pencernaan mekanik (otot) & kimiawi (enzim pepsin, HCl). Usus Halus: Pencernaan kimiawi terlama, penyerapan nutrien (vili memperluas area). Dibantu hati (empedu untuk lemak) dan pankreas (enzim pencernaan). Usus Besar: Penyerapan air, pembentukan Vitamin K, eliminasi sisa makanan. Rektum & Anus: Penyimpanan & pembuangan feses. B. Sistem Peredaran Darah Organ Peredaran Darah: Jantung, pembuluh darah, darah. Jantung: Memompa darah ke seluruh tubuh. Memiliki 4 ruang (2 serambi/atrium, 2 bilik/ventrikel). Pembuluh Darah: Arteri: Tebal, berotot, membawa darah dari jantung ke tubuh. Vena: Tipis, membawa darah dari tubuh ke jantung. Kapiler: Sangat tipis, tempat pertukaran zat. Darah: Mengantarkan $O_2$, nutrien, hormon, membuang sampah metabolisme. Plasma Darah (55%): Cairan darah, membawa nutrien, $CO_2$. Sel Darah Merah: Membawa $O_2$ (mengandung hemoglobin), diproduksi di sumsum tulang. Sel Darah Putih: Melawan kuman, diproduksi di sumsum tulang. Keping Darah (Trombosit): Membekukan darah (mengeluarkan fibrin). Sistem Peredaran Darah Ganda: Darah 2x melewati jantung. Sirkuit Paru: Jantung $\rightarrow$ Paru-paru (pertukaran gas) $\rightarrow$ Jantung. Sirkuit Seluruh Tubuh: Jantung $\rightarrow$ Tubuh (pertukaran gas) $\rightarrow$ Jantung. Tekanan Darah: Kekuatan darah terhadap dinding arteri. Normal dewasa: 120/80 mmHg. Penyakit Sistem Peredaran Darah: Aterosklerosis: Pengerasan dinding arteri akibat timbunan lemak (kolesterol), menghambat aliran darah. Serangan Jantung: Aterosklerosis di arteri koroner. Stroke: Pembuluh darah otak tersumbat/pecah, otak kekurangan $O_2$. Hipertensi (Darah Tinggi): Tekanan darah $\ge$ 140/90 mmHg, memicu kerusakan organ & pembuluh darah. Cara Memelihara Kesehatan: Makanan seimbang (rendah lemak jenuh/trans/kolesterol, batasi garam/gula), hindari merokok, rutin olahraga. C. Sistem Pernapasan Fungsi: Memasok oksigen untuk respirasi seluler (menghasilkan energi), membuang karbondioksida dan air. Organ Pernapasan: Hidung: Menyaring partikel besar (rambut hidung), melembapkan udara, menangkap partikel (mukus/lendir). Faring (Tenggorokan): Saluran udara dan makanan. Laring: Mengandung pita suara (penghasil suara). Trakea: Dilapisi silia (menyaring kotoran), mendorong lendir ke faring. Bronkus: Percabangan trakea menuju paru-paru. Paru-paru: Organ utama. Di dalamnya bronkus bercabang menjadi bronkiolus, berakhir di alveoli. Alveoli (Alveolus): Kantong kecil seperti anggur, diselimuti kapiler, tempat pertukaran gas ($O_2$ dan $CO_2$). Mekanisme Bernapas: Dikendalikan otot (tulang rusuk, diafragma). Menarik Napas: Otot rusuk berkontraksi (rusuk naik), diafragma berkontraksi (mendatar). Rongga dada mengembang, volume paru-paru membesar, tekanan udara di paru-paru mengecil $\rightarrow$ udara masuk. Menghembuskan Napas: Otot rusuk & diafragma rileks. Rongga dada mengecil, volume paru-paru berkurang, tekanan udara di paru-paru membesar $\rightarrow$ udara keluar. Pertukaran Gas: Terjadi di alveoli antara $O_2$ dan $CO_2$ melalui dinding alveolus dan kapiler yang tipis. Bahaya Merokok: Mengandung zat kimia berbahaya (tar, karbon monoksida, nikotin). Tar: Menempel pada silia, membuat menggumpal (tidak berfungsi menyaring), mengandung karsinogen. Karbon Monoksida: Mengikat hemoglobin, mengurangi $O_2$ yang diangkut darah. Nikotin: Stimulan, meningkatkan detak jantung & tekanan darah, menyebabkan kecanduan. Penyakit Akibat Merokok: Bronkitis (iritasi bronkus), Aterosklerosis, Kanker paru-paru, Emfisema (kerusakan alveolus). Perokok Pasif: Menghirup asap rokok secara tidak sengaja, berisiko terkena penyakit yang sama. D. Sistem Ekskresi/Pembuangan Fungsi: Membuang sampah sisa metabolisme (urea, sisa air) untuk menjaga homeostasis (keseimbangan tubuh). Organ Sistem Ekskresi: Ginjal: Menyaring darah, membuang urea & sampah metabolisme, mempertahankan zat penting, mengatur jumlah air. Ureter: Menyalurkan urin dari ginjal ke kandung kemih. Kandung Kemih: Menyimpan urin. Uretra: Saluran pembuangan urin dari tubuh. Paru-paru: Melepaskan $CO_2$ dan air saat bernapas. Kulit: Kelenjar keringat melepaskan keringat (air + sedikit urea). Hati (Liver): Membuat urea dari pemecahan protein, memecah sampah metabolisme, memecah sel darah merah tua. Bab 3: Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana A. Usaha Usaha (W): Upaya memindahkan benda/beban pada jarak tertentu. Rumus: $W = F \cdot s$ (Joule) $F$: Gaya (Newton), $s$: Perpindahan (meter). Jika benda tidak berpindah ($s=0$), maka usaha $W=0$. Daya (P): Laju energi atau besar total energi yang dipergunakan setiap detiknya. Rumus: $P = \frac{W}{t}$ (Watt) $W$: Energi (Joule), $t$: Waktu (sekon). Daya berbanding terbalik dengan waktu: waktu singkat $\rightarrow$ daya besar. B. Energi Energi Kinetik (Ek): Energi pada benda yang bergerak. Rumus: $E_k = \frac{1}{2}mv^2$ (Joule) $m$: massa benda (kg), $v$: kecepatan (m/s). Perubahan energi kinetik sebanding dengan usaha: $W = \Delta E_k = \Delta (\frac{1}{2}mv^2)$. Energi Potensial (Ep): Energi benda akibat posisi, bentuk, atau susunannya (misal ketinggian). Rumus: $E_p = m \cdot g \cdot h$ (Joule) $m$: massa benda (kg), $g$: gravitasi bumi (9.8 m/s$^2$), $h$: ketinggian (meter). Usaha sebanding dengan perubahan ketinggian: $W = \Delta E_p = \Delta (mgh)$. Energi Mekanik (Em): Gabungan energi kinetik dan energi potensial. Rumus: $E_m = E_p + E_k$. Energi Terbarukan: Energi dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami (angin, air, panas bumi, surya). Contoh: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). C. Pesawat Sederhana Definisi: Alat sederhana yang mempermudah pekerjaan manusia. Meningkatkan gaya angkat/dorong. Meningkatkan jarak gaya bekerja. Mengubah arah gaya. Macam-macam Pesawat Sederhana: Katrol: Roda dengan tali untuk menarik beban. Katrol Tetap: Poros tetap, $F_K = F_B$, Keuntungan Mekanis (KM) = 1. Katrol Bebas: Poros bergerak, $F_K = \frac{1}{2}F_B$, KM = 2. Katrol Majemuk: Gabungan katrol tetap dan bebas, KM = jumlah tali/katrol. Roda (Roda Berporos): Mengurangi gaya gesek, mempermudah perpindahan. KM = $\frac{r_{roda}}{r_{poros}}$. Bidang Miring: Papan/bidang miring untuk memindahkan beban berat dengan gaya lebih kecil (jarak lebih besar). KM = $\frac{\text{Gaya Beban}}{\text{Gaya Kuasa}} = \frac{\text{Panjang Bidang Miring}}{\text{Ketinggian}}$. Pengungkit (Tuas): Batang keras untuk mengangkat/mencongkel. Jenis 1: Titik tumpu di antara beban dan kuasa (contoh: gunting). Jenis 2: Beban di antara titik tumpu dan kuasa (contoh: pembuka botol). Jenis 3: Kuasa di antara titik tumpu dan beban (contoh: pemotong kuku). Tuas dan Sistem Gerak Manusia: Prinsip kerja tuas juga berlaku pada sendi dan otot tubuh manusia. Bab 4: Getaran, Gelombang dan Cahaya A. Getaran Definisi Getaran (Osilasi): Gerak bolak-balik benda secara teratur melalui titik seimbangnya. Variabel Getaran: Titik Seimbang: Posisi benda saat diam. Amplitudo (A): Simpangan terbesar dari titik seimbang (jarak terjauh dari titik seimbang). Periode (T): Waktu yang diperlukan untuk 1 kali getaran penuh (satuan: detik). Frekuensi (f): Banyaknya getaran dalam 1 detik (satuan: Hertz). Hubungan: $T = \frac{1}{f}$ atau $f = \frac{1}{T}$. B. Gelombang Definisi Gelombang: Getaran yang merambat dan membawa energi. Jenis Gelombang (Berdasarkan Bentuk): Gelombang Transversal: Arah getaran tegak lurus arah rambat (contoh: gelombang tali, gelombang permukaan air). Satu panjang gelombang ($\lambda$): Jarak satu bukit dan satu lembah, atau jarak dua puncak terdekat. Gelombang Longitudinal: Arah getaran sejajar arah rambat (contoh: gelombang suara, slinki). Satu panjang gelombang ($\lambda$): Jarak satu rapatan dan satu regangan. Jenis Gelombang (Berdasarkan Medium): Gelombang Mekanik: Memerlukan medium untuk merambat (contoh: gelombang laut, suara). Gelombang Elektromagnetik (GEM): Tidak memerlukan medium (contoh: cahaya, gelombang radio, sinar-X). Cepat Rambat Gelombang (v): Rumus: $v = \frac{\lambda}{T}$ atau $v = \lambda \cdot f$. Gelombang Bunyi: Gelombang longitudinal. Rentang Frekuensi Bunyi: Infrasonik ($ Didengar hewan tertentu (jangkrik, anjing). Audiosonik (20 - 20.000 Hz): Didengar manusia. Ultrasonik ($>$ 20.000 Hz): Didengar hewan tertentu (kelelawar, lumba-lumba), digunakan untuk ekolokasi. C. Cahaya dan Alat Optik Sifat-sifat Cahaya: Merambat lurus. Dapat dipantulkan (pemantulan teratur/baur). Dapat dibiaskan (dibelokkan saat melewati medium berbeda kerapatan optik). Termasuk gelombang elektromagnetik (tidak memerlukan medium). Indera Penglihatan (Mata): Bagian-bagian Mata: Kornea, pupil, iris, lensa, retina (sel batang & sel kerucut), saraf optik. Retina: Sel sensitif cahaya, membentuk bayangan. Sel Kerucut: Melihat warna. Sel Batang: Melihat dalam kondisi redup. Melihat benda karena cahaya memantul dari benda ke mata. Warna benda ditentukan oleh spektrum cahaya yang dipantulkan. Alat Optik: Teleskop: Memperjelas benda jauh. Menggunakan lensa objektif (cembung besar) dan lensa okuler (cembung kecil). Kamera: Merekam gambar. Prinsip kerja mirip mata, membutuhkan pantulan cahaya, merekam pada medium sensitif cahaya (film/sensor digital). Bab 5: Unsur, Senyawa dan Campuran A. Unsur Definisi Unsur: Bagian terkecil dari suatu zat, tidak dapat diuraikan lagi secara kimia. Nama dan Simbol Unsur: Diatur oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Simbol diambil dari huruf depan nama Latinnya, ditambahkan huruf kedua jika ada kesamaan. Sifat Unsur: Sifat Kimia: Reaksi unsur dengan zat kimia lain. Sifat Fisika: Kondisi fisik (warna, wujud, kerapatan, titik leleh/didih, daya hantar listrik/panas). Sifat Atomik: Energi ionisasi, afinitas elektron, konfigurasi elektron, jari-jari atom, keelektronegatifan. Pengelompokan Unsur: Berdasarkan sifat fisik dan kimia. Logam: Umumnya padat (kecuali air raksa), kuat, mudah ditempa, penghantar listrik/panas yang baik, mengilap. Nonlogam: Wujud beragam (padat, cair, gas), rapuh, tidak dapat ditempa, penghantar listrik/panas buruk (isolator), tidak mengilap. Metaloid: Sifat antara logam dan nonlogam. Atom: Partikel terkecil penyusun unsur. Subpartikel Atom: Proton: Bermuatan positif, di inti atom. Neutron: Netral, di inti atom. Elektron: Bermuatan negatif, bergerak di lintasan mengelilingi inti atom. Setiap atom memiliki jumlah proton dan elektron yang sama (netral). Elektron Valensi: Elektron di kulit terluar atom, berperan dalam pembentukan ikatan kimia. Tabel Periodik Unsur: Mengelompokkan 118 unsur (94 alami, 24 sintetis) berdasarkan kemiripan sifat. Golongan (Kolom): Urutan vertikal, unsur memiliki sifat mirip (jumlah elektron valensi sama). Periode (Baris): Urutan horizontal, jumlah kulit elektron sama. B. Senyawa Definisi Senyawa: Zat yang terbentuk dari dua unsur atau lebih yang berikatan secara kimia dengan perbandingan tetap, membentuk zat baru dengan sifat berbeda dari unsur penyusunnya. Molekul: Kumpulan 2 atom atau lebih yang saling berikatan. Molekul Unsur: Atom penyusun dari unsur yang sama (contoh: $O_2$, $Cl_2$). Molekul Senyawa: Atom penyusun dari unsur yang berbeda (contoh: $H_2O$, $C_6H_{12}O_6$). Jenis Senyawa: Senyawa Organik: Dibangun oleh atom karbon dan hidrogen sebagai penyusun utama (contoh: gula). Senyawa Anorganik: Dibangun oleh atom unsur logam yang berikatan dengan atom logam lain atau nonlogam (contoh: air, garam dapur, magnesium hidroksida). Contoh Senyawa di Kehidupan Sehari-hari: Air ($H_2O$): Penting untuk kehidupan, terbentuk dari H dan O. Gula (Sukrosa, $C_{12}H_{22}O_{11}$): Sumber energi. Garam Dapur (NaCl): Penyedap, pengawet. Vitamin D (Kalsiferol): Menjaga tulang, membantu penyerapan kalsium. Magnesium Hidroksida ($Mg(OH)_2$): Obat pereda sakit lambung. C. Campuran Definisi Campuran: Terdiri atas dua atau lebih zat yang tidak membentuk zat baru, sifatnya sama dengan sifat zat penyusunnya, dapat dipisahkan secara fisik. Jenis Campuran (Berdasarkan Sifat Fisik): Larutan: Zat terlarut merata dalam pelarut, tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan sederhana (contoh: larutan gula, air soda). Konsentrasi: Encer, pekat, jenuh. Suspensi: Partikel zat terlarut lebih besar, dapat terlihat, mengendap jika didiamkan, dapat dipisahkan dengan penyaringan (contoh: air dan pasir, obat-obatan). Koloid: Campuran antara larutan dan suspensi, partikel tidak mengendap cepat, terlihat keruh (contoh: susu, mayonais, busa). Metode Pemisahan Campuran: Pemisahan Partikel Tidak Larut (Suspensi & Koloid): Dekantasi: Memisahkan cairan dari endapan dengan hati-hati. Pengayakan: Memisahkan partikel berdasarkan ukuran (untuk partikel besar). Penyaringan (Filtrasi): Memisahkan partikel lebih kecil dengan filter berpori. Sentrifugasi: Memisahkan partikel berdasarkan gerakan putar cepat (contoh: pengering baju, pemisahan darah). Pemisahan Magnetis: Memisahkan benda magnetis dari non-magnetis. Pemisahan Partikel Larut (Larutan): Evaporasi & Kristalisasi: Menguapkan pelarut untuk mendapatkan zat terlarut padat (residu) (contoh: pembuatan garam). Distilasi (Penyulingan): Menguapkan pelarut dan mengembunkannya kembali untuk mendapatkan pelarut murni (distilat) (contoh: air suling). Kromatografi: Memisahkan komponen campuran berdasarkan perbedaan kecepatan rambat pada medium diam dan bergerak (contoh: pemisahan warna tinta). Bab 6: Struktur Bumi dan Perkembangannya A. Struktur Bumi Morfologi Bentang Alam: Keindahan pemandangan alami yang terbentuk dari perubahan bumi. Tenaga Geologi: Tenaga pembentuk bumi. Eksogen: Dari luar bumi (pelapukan, pengikisan, pengendapan). Endogen: Dari dalam bumi (tektonisme, vulkanisme). Lapisan Penyusun Bumi: Kerak Bumi (Litosfer): Lapisan terluar dan paling tipis (5-70 km), terdiri dari tanah dan batuan. Kerak Benua (30-70 km) & Kerak Samudera (6-11 km). Suhu bervariasi, makin dalam makin tinggi. Mantel Bumi (Astenosfer): Lapisan paling tebal (2.900 km), terdiri dari batuan silikat mengandung besi dan magnesium. Mantel Luar (35-410 km) & Mantel Dalam (410-2.900 km). Bersifat plastis (mudah bergerak) karena suhu tinggi (hingga 2500°C). Inti Luar Bumi: Cairan pekat (magma) dari lelehan besi dan nikel (2.900-5.100 km). Suhu 3.800-6.000°C. Inti Dalam Bumi: Padatan (besi, nikel, belerang, karbon, oksigen, silikon, kalium) karena tekanan sangat tinggi (5.100-6.400 km). Suhu 5.000-7.000°C. B. Lempeng Tektonik Definisi: Bagian litosfer (kerak bumi dan mantel luar) yang terpecah menjadi lempengan-lempengan. Pergerakan Lempeng: Lempeng tektonik mengapung di atas astenosfer (cairan magma) dan bergerak lambat (sekitar 1 cm/tahun). Teori Pergerakan Lempeng (Alfred Wegener - Pangea): Bumi awalnya satu daratan besar (Pangaea) yang kemudian terpecah (Gondwana & Laurasia) dan terus bergerak. Jenis Gerakan Lempeng: Divergen (Saling Menjauh): Membentuk renggangan/area kosong yang diisi material dari bawah. Akibat: Tanggul dasar samudera, vulkanisme bawah laut (contoh: Mid-Atlantic Ridge, Laut Merah). Konvergen (Saling Bertumbukan): Subduksi: Satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lain. Akibat: Palung laut, pegunungan tinggi, gunung berapi (contoh: Pegunungan Himalaya, Palung Mariana, Cincin Api Pasifik). Indonesia terletak di pertemuan 3 lempeng (Eurasia, Pasifik, Indo-Australia). Transform (Saling Berpapasan): Gesekan berlawanan arah, gerakan mendatar (sesar mendatar). Akibat: Gempa bumi dangkal (contoh: Patahan San Andreas, Patahan Semangko di Sumatera). Penyebab Pergerakan Lempeng: Arus konveksi di astenosfer. Panas dari inti bumi menyebabkan magma naik, mendorong lempeng bergerak. C. Gempa Bumi Definisi: Pelepasan energi akibat pergerakan lempeng berupa getaran (gelombang seismik). Jenis Gempa: Gempa Tektonik: Akibat pergerakan lempeng bumi. Gempa Vulkanik: Akibat pergerakan magma gunung berapi. Gempa Runtuhan: Akibat tanah longsor. Gempa Tumbukan: Akibat jatuhnya benda langit. Gempa Buatan: Akibat peledak berskala besar. Istilah Gempa: Hiposentrum: Titik pusat gempa di dalam bumi. Episentrum: Titik di permukaan bumi tepat di atas hiposentrum, biasanya paling merusak. Gelombang Seismik: Getaran yang merambat dari sumber gempa. Gelombang Primer (P): Gelombang longitudinal, merambat lebih cepat. Gelombang Sekunder (S): Gelombang transversal, merambat lebih lambat. Pengukuran Gempa: Seismograf: Alat pengukur getaran gempa. Seismogram: Diagram hasil pengukuran seismograf. Skala Richter (SR): Mengukur kekuatan gempa berdasarkan amplitudo gelombang (lama tidak digunakan). Momen Magnitudo (M): Skala yang lebih akurat, mengukur kekuatan gempa berdasarkan frekuensi (digunakan BMKG sejak 2008). Bencana Setelah Gempa: Gempa Susulan: Lempeng bumi kembali ke posisi stabil, kekuatan lebih kecil tapi dapat merusak bangunan yang sudah retak. Tsunami: Gelombang laut besar akibat gempa di dasar laut. Gelombang cepat, ketinggian meningkat di perairan dangkal, membawa energi penghancur. D. Gunung Berapi Lokasi: Kebanyakan di batas lempeng tektonik (terbentuk dari pergerakan konvergen). Proses Erupsi: Tekanan tumbukan lempeng mendorong magma (lelehan batuan) ke permukaan bumi (disebut lava). Saat letusan: lava, debu, awan panas, gas hidrogen sulfida keluar. Suhu Lava: Bervariasi berdasarkan warna (hitam $ $ 1.150°C). Manfaat Gunung Berapi: Sumber Mineral: Batuan bijih logam (tembaga, emas, perak, timbal, seng) dari magma yang mengeras. Sumber Energi: Minyak bumi (dari fosil), gas bumi (energi geotermal). Tanah Subur: Debu vulkanik terdekomposisi membentuk tanah subur (meningkatkan hasil panen). Pariwisata & Penelitian: Keindahan alam, tempat penelitian kegunungapian.