Penguasa Besar dan Ilmuwan Islam Daulah Ayyubiyah Daulah Ayyubiyah berkuasa selama $\approx$ 79 tahun. Didirikan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi, yang namanya diambil dari kakeknya, Ayyub. A. Pemimpin Besar Daulah Ayyubiyah Sultan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi (564-589 H / 1171-1193 M) Dikenal sebagai pemimpin yang memperhatikan pendidikan dan kesejahteraan ekonomi rakyat. Mendorong studi keagamaan, membangun bendungan, menggali terusan, serta mendirikan madrasah dan masjid. Memiliki karakter kuat, rendah hati, santun, dan penuh belas kasih. Biografi Singkat: Nama lengkap: Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi Abdul Muzaffar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub. Berasal dari bangsa Kurdi, lahir di benteng Tikrit, Irak (532 H/1137 M). Pendidikan: menguasai sastra, ilmu kalam, menghafal Al-Qur'an, ilmu hadits. Cita-cita awal menjadi ulama. Mempelajari teknik perang, strategi, dan politik. Bergabung dengan pasukan pamannya (Asaduddin Syirkuh) ke Mesir untuk membantu Perdana Menteri Daulah Fathimiyah menghadapi pemberontak dan tentara salib (560 H/1164 M). Menjadi penguasa Mesir dan Syria, merevitalisasi ekonomi, reorganisasi militer, dan mempersatukan negara-negara muslim melawan pasukan salib. Berhasil menundukkan Daulah Fatimiyah di Mesir (September 1174 M) dan mendirikan Daulah Ayyubiyah. Mempersatukan Mesopotamia, Mesir, Libya, Tunisia, wilayah barat jazirah Arab dan Yaman. Wafat di Damaskus pada 1193 M (usia 57 tahun). Kepemimpinan: Memilih wazir cerdas dan terdidik (Al-Qadhi Al-Fadhil, Al-Katib Al-Isfahani). Membagi wilayah kekuasaan kepada saudara-saudara dan keturunannya, membentuk cabang dinasti Ayyubiyah: Mesir Damaskus Aleppo Hamah Homs Mayyafaiqin Sinjar Hisn Kayfa Yaman Kerak Menggalakkan perdagangan dan menyempurnakan sistem perpajakan. Pembaharu di Mesir, mengembalikan mazhab Sunni. Mendapat gelar Al-Mu'izz li Amiiril mu'miniin dari Khalifah al-Mustadi. Keperwiraan: Kecerdasan tinggi dalam bidang militer. Kekuatan militer tangguh (pasukan Barbar Turki dan Afrika). Membangun tembok kota Kairo dan bukit Muqattam sebagai benteng pertahanan. Membangun benteng pertahanan Qal'atul Jabal di Kairo (1183 M). Perjuangan membela negara dan agama, kesatria, dan toleran. Mengizinkan Kristen berziarah ke Baitul Makdis setelah perdamaian. Menyatukan provinsi-provinsi Arab (Mesir dan Syam) untuk melawan tentara salib. Usaha-usaha: Memadamkan pemberontakan Hajib dan perluasan wilayah Mesir hingga Nubia selatan (568 H/1173 M). Perluasan wilayah Al-Ayyubiyah ke Yaman (569 H/1173 M). Perluasan wilayah Al-Ayyubiyah ke Damaskus dan Mosul (570 H/1175 M). Perang Salib: Periode kedua (1144-1192 M), bertujuan membebaskan Baitul Maqdis (Al-Aqsha). Peperangan penting: Pertempuran Shafuriyah (583 H/1187 M). Pertempuran Hittin (Juli 583 H/1187 M). Pembebasan Al-Quds/Baitul Maqdis (27 Rajab 583 H/1187 M). Sultan Al-Adil Saifuddin (596-615 H / 1200-1218 M) Nama lengkap: Al-Malik Al-Adil Saifuddin Abu Bakar bin Ayyub. Putra Najmuddin Ayyub (adik Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi). Menjadi Sultan setelah Al-Afdal gugur. Memimpin dari Damaskus. Pemimpin pemerintahan dan pengatur strategi yang berbakat dan efektif. Prestasi: Mengikuti ekspedisi militer ke Mesir bersama pamannya (Syirkuh) (1168-1169 M). Menguasai Mesir (1174 M) atas nama Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi. Memadamkan pemberontakan Kristen Koptik di Qift-Mesir (1169 M). Memerangi pasukan Salib di Mesir (1186-1195 M). Menjadi gubernur wilayah utara Mesir (1192-1193 M) dan gubernur Syria di Damaskus. Menghadapi pemberontakan Izzuddin di Mosul (1193 M). Menjadi Sultan di Damaskus. Sultan Al-Kamil Muhammad (1218-1238 M) Nama lengkap: Al-Malik Al-Kamil Nasruddin Abu Al-Maali Muhammad. Putra dari Al-Adil. Memimpin pertahanan terhadap pasukan salib yang mengepung Dimyat (Damietta) (1218 M). Menjadi Sultan setelah ayahnya wafat. Hampir kehilangan tahta karena konspirasi Kristen Koptik (1219 M). Pergi ke Yaman untuk menghindari konspirasi. Konspirasi dipadamkan oleh saudaranya Al-Mu'azzam (Gubernur Suriah). Perjanjian Damai dengan Frederick II (Februari 1229 M) selama 10 tahun: Mengembalikan Yerusalem dan kota-kota suci kepada pasukan salib. Muslim dan Yahudi dilarang memasuki kota kecuali di sekitar Masjidil Aqsa dan Masjid Umar. Peristiwa lain: Memimpin pertahanan terhadap pasukan Salib yang mengepung Dimyat (1218 M). Menjadi Sultan Dinasti Ayyubiyah (1218 M), menggantikan Al-Adil. Kota Dimyat jatuh ke tangan Kristen (1219 M). Mengembalikan salib asli yang terpasang di Kubah Batu Baitul Maqdis kepada Kristen. Membangun kembali tembok di Yerusalem yang dirobohkan Al-Mu'azzam. Meninggal dunia pada 1238 M, digantikan oleh Salih Al-Ayyubi. B. Sumbangsih Besar Ilmuwan Muslim Daulah Ayyubiyah 1. As-Suhrawardi al-Maqtul (Ilmuwan Teosofis) Nama lengkap: Abu Al-Futuh Yahya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al-Kurdi. Lahir: 549 H/1153 M di Suhraward, Jibal, Iran Barat Laut. Gelar: Shaikh al-Ishraq , Master of Illuminationist , al-Hakim , ash-Shahid , the Martyr , dan al-Maqtul . Pendidikan dan Perjalanan: Belajar filsafat, hukum, teologi kepada Majd Al-Din Al-Jili di Maragha. Memperdalam filsafat kepada Fakhr al-Din al-Mardini. Belajar logika kepada Zahir Al-Din Al-Qari di Isfahan. Mempelajari logika dari buku al-Basa'ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan Al-Sawi. Melanjutkan perjalanan ke Anatolia Tenggara dan Persia, tertarik pada tasawuf dan filosofi. Ajaran Tarekat Suhrawardi (dalam kitab Awarif al-Ma'arif ): Ma'rifah : Mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya, meyakini Allah sebagai Wujud Hakiki dan Pelaku Mutlak. Faqr : Tidak memiliki harta, mencapai tujuan hanya setelah melewati tahap zuhud. Tawakkal : Mempercayakan segala urusan kepada Allah. Mahabbah : Cinta kepada Allah. Fana' dan Baqa' : Fana' (akhir perjalanan menuju Allah), Baqa' (awal perjalanan dalam Allah). Mendapat gelar "Al-Maqtul" (yang terbunuh) karena difitnah mengajarkan aqidah sesat, dihukum mati oleh Pangeran Az-Zahir. Pemikiran Teosofis (Konsep Cahaya / Iluminasi / Ishraqiyyah ): Perpaduan rasio dan intuisi. Ishraqi : simbol geografis bermakna timur sebagai dunia cahaya. Proses iluminasi cahaya: dimulai dari Nur al-Anwar (sumber segala cahaya, Allah), memancarkan Nur Al-Aqrab (cahaya pertama), kemudian cahaya kedua, ketiga, dst. Karya-karya: At-Talwihat al-Lauhiyyat al-'Arshiyyat , Al-Muqawamat , Hikmah al-Ishraq (tentang aliran paripatetik). Al-Lamahat , Hayakil al-Nur , Risalah fi al-Ishraq (filsafat singkat). Qissah al-Ghurbah al Gharbiyyah , Al-‘Aql al-Ahmar , Yauman ma’a Jama’at al-Sufiyyin (ulasan sufistik simbolis). Risalah al-Tair , Risalah fi al-‘Ishq (terjemahan filsafat klasik). Al-Waridat wa al-Taqdisat (serangkaian doa). 2. Ibn Al-Adhim, Sejarawan Mashyur (588-660 H / 1192-1262 M) Nama lengkap: Kamaluddin Abu al Qosim Umar bin Ahmad bin Haibatullah bin Abi Jaradah Al Aqil. Berasal dari bani Jaradah, bermigrasi dari Bashrah ke Aleppo. Lahir di Aleppo. Ayahnya Qadhi Madzhab Hanafi. Mengajar di Aleppo (616H/1219M), setelah mendalami berbagai pengetahuan di Baitul Maqdis, Damaskus, Hijaz, dan Irak. Menjadi Qadhi di Aleppo (zaman Amir Al-Aziz dan Al-Nashir) dan dubes kedua penguasa di Baghdad dan Kairo. Karya-karya: Zubdah al hallab min tarikh Hallaba . Bughyah at Thalib fi Tharikh Halaba (sejarah Aleppo dalam 40 juz/10 jilid, disusun alfabetis). Melarikan diri ke Kairo hingga wafat ketika Mongol menguasai Aleppo (658 H / 1160 M). 3. Al-Bushiri, Sastrawan Penulis Qasidah Burdah Nama lengkap: Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah as Shanhaji al Bushiri. Lahir: 1212 M di Maroko. Sufi besar, pengikut Tarekat Syadziliyah, murid Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily. Guru lain: Abu Hayyan, Abu Fath bin Ya'mari, Al 'Iz bin Jama'ah al Kanani Al Hamawi. Pendidikan: sastra, ilmu agama, menghafal Al-Qur'an, ilmu hadits. Dikenal sebagai orang yang wara' (takut dosa), menolak jabatan pegawai pemerintahan Mesir. Karya terkenal: Kasidah Burdah (diciptakan pada abad 7 Hijriah), mutiara syair kecintaan kepada Rasulullah, mengungkapkan mukjizat Al-Qur'an. Juga ahli fikih, ilmu kalam, dan ahli tasawuf. 4. Abdul Latief Al Baghdadi, Ahli Ilmu Mantiq (Logika) Ulama berpengaruh yang menginspirasi ulama Al-Azhar. Ahli ilmu mantiq, bayan, Hadist, fiqh, kedokteran, dan ilmu-ilmu lainnya. Tokoh berpengaruh dalam pengembangan dan penyebaran mazhab Sunni di Mesir. 5. Abu Abdullah Al Quda'i, Ahli Ilmu Fiqih Ahli fiqih, hadis, dan sejarah. Karya-karya: Asy Syihab (Bintang). Sanadus Sihah (Perawi Hadis-Hadis Sahih). Manaqib al Imam Asy Syafi'i (Budi Pekerti Imam Syafi'i). Anba' Al Anbiya' (Cerita Para Nabi). ‘Uyun al Ma’arif (Mata Air Ilmu Pengetahuan). Al Mukhtar fiz Zikir al Khutat wa Al Asar (Buku Sejarah Mesir). 6. Ilmuwan Muslim Lainnya Abu Abdullah Muhammad Al-Idrisi: Ahli geografi dan botani. Karya: Kitab Al-Jami'li Asytat an-Nabat . Ad-Dawudi: Ahli botani. Karya: Nuzhah an-Nufus wa al-Afkar Ma'rifah wa al-Ahjar wa al-Asyjar . Syamsuddin Khalikan: Ahli sejarah. Karya: wafiyyat al-'Ayan . Abul Qosim al-Manfaluti: Ulama ahli ilmu fiqih. Al Hufi: Ilmuwan ahli tata bahasa Arab. Abu Abdullah Muhammad bin Barakat: Ulama ahli nahwu (gramatika bahasa Arab) dan ahli tafsir Al-Qur'an. Glosarium Al-Adid Billah: Khalifah Dinasti Fatimah terakhir, wafat 1171 M. Al-Malik an-Nasr: Penguasa bijaksana, gelar Shalahuddin dari Dinasti Fatimiyyah ketika diangkat menjadi wazir menggantikan pamannya, Asaduddin Syirkuh. Al-Mu'izz li Amiiril mu'miniin: Gelar untuk Shalahuddin Al-Ayyubi dari Khalifah Abbasiyah, berarti 'penguasa yang mulia'. Asaduddin Syirkuh: Paman Shalahuddin Al-Ayyubi, yang pertama dari keluarga Bani Ayyubiah yang diangkat menjadi Wazir. Bahruddin bin Syadad: Sekretaris pribadi Shalahuddin Al-Ayyubi, penulis biografinya. Migrasi: Hijrah. Najmuddin bin Ayyub: Ayah Shalahuddin Al-Ayyubi. Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi: Pendiri dan sultan pertama dari Dinasti Ayyubiah. Qal'atul Jabal: Benteng pertahanan yang dibangun di Kairo pada 1183 M oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Wazir: Perdana Menteri.